Enterobacter Sakazakii dan #kriminalisasi_penelitian

di repost dari @kh_notodiputro 19-23februari 2011

“Semua penelitian layak dibuka ke publik. Tapi ada bagian yg boleh dibuka dan ada yg hrs dilindungi oleh peneliti utk tdk dibuka.Utk kasus susu ada bagian yg hrs dibuka (sdh dilakukan oleh peneliti krn sdh dipublikasi di jurnal) tp ada bag yg hrs dilindungi.”

Penelitian mrp proses berburu kebenaran. Penelitian mrp investigasi yg sistematis dg pikiran terbuka utk menemukan fakta baru menggunakan metode ilmiah.
Ada dua arus utama pendekatan dlm penelitian: deduktif dan induktif.
Pendekatan deduksi didasarkan pd satu atau lbh premis kemudian diturunkan pengetahuan baru.
Pendekatan induktif didasarkan pada bbrp kasus kemudian pengetahuan baru diperoleh secara inferensial.
Jadi bottom line dari penelitian adalah kebenaran ilmiah. Penelitian bebas kepentingan.
Walaupun penelitian bebas kepentingan tapi penelitian dibangun diatas etika.
Etika penelitian sangat penting dan hrs ditegakkan krn bbrp alasan.
Etika berguna utk meneguhkan tujuan penelitian: pengetahuan, kebenaran, kesalahan minimum.
Etika berguna utk meneguhkan nilai2 dlm berkolaborasi: kepercayaan, akuntabilitas, saling menghargai, keadilan.
Etika penelitian berguna agar peneliti mendapat dukungan dari publik.
Etika penel jg meneguhkan nilai moral&sosial: kepedulian sosial, HAM, kepatuhan pd hukum, kesehatan dan keamanan.
Etika penelitian terkait langsung dg unit percobaan, kerahasiaan sumber data, dampak pd manusia dan kemanusiaan.
Penelitian Enterobacter Sakazakii yg dilakukan oleh peneliti IPB 2003-2006 telah menimbulkan kontroversi.
Penelitian Sakazakii itu telah berpindah dari ranah ilmu pengetahuan ke ranah publik -» hukum -» politik.
Kontroversi penelitian Sakazakii ini tidak terlepas dari etika penelitian yg tidak dipahami oleh publik.

Klau IPB mengumumkan merk susu formula yg tercemar enterobacter sakazakii apa yg otomatis ada didlm pikiran masy?
Penelitian itu dilakukan 2003-2006. Menjadi tdk banyak manfaatnya klau IPB mengumumkannya saat ini.
Kepedulian anggota (Komisi IX) bhw keresahan masy hrs diredam perlu diacungi jempol. Tapi knp solusinya tunggal: umumkan merk susu?
Kepedulian bhw keresahan masy hrs diredam perlu diacungi jempol. Tapi pahami persoalannya spy bisa menjelaskan kpd masy.
Landasan penelitian adlh kebenaran pdahal politik penuh dg kepentingan. Ketika peneliti bicara dg politisi jd tdk nyambung.
Memaksa IPB mengumumkan merk susu yg terkontaminasi berarti memaksa IPB sbg institusi terhormat utk melakukan kebodohan.
Memaksa IPB mengumumkan merk susu yg terkontaminasi berarti memaksa IPB utk tunduk pd kebodohan.
Mengapa IPB tdk perlu mengumumkan? Hrs pahami dulu penelitiannya, falsafahnya dan maslahat/mudharatnya
Penelitian susu formula itu mrp perburuan bakteri yg berujuan utk mempelajari virulensinya.
Jadi itu mrp penelitian isolasi BUKAN surveilance (pengawasan).
Selain itu penelitian itu dilakukan 2003-2006 shg sangat naif jk ditarik grs linear dg kondisi skr.
Tdk benar klau peneliti tdk mempublikasikannya, penelitian itu dimuat dibbrp jurnal internasional yg bergengsi.
Dana penelitian itu mrp hibah dari ditjen dikti, shg tdk berdasar jk dicurigai sbg penelitian pesanan.
Hasil penelitian tsb menunjukkan tingkat bahaya dari sakazakii yg dicobakan pd mencit (tikus putih).
Temuan penelitian ini juga mendpt pengakuan internasional shg th 2008 sakazakii menjadi syarat mutu susu.
Th 2008 codex mensyaratkan susu formula hrs bebas sakazakii pdhal sebelumnya tdk menjadi persyaratan.
Penelitian ini telah berkontribusi thd kemaslahatan umat manusia dg menstimulir baku mutu susu yg lbh aman.
Kontroversi muncul saat penelitian ini pindah dari ranah akademis ke publik lalu ke hukum dan meluncur ke ranah politik.
Krn ketdkpahaman publik maka penelitian isolasi lalu dicampur-aduk dg surveilance.
Krn ketdkpahaman publik maka penelitian th 2003-2006 dipandang cerminan kondisi saat ini.
Krn ketdkpahaman publik maka penelitian yg sdh diseminarkan dan dimuat di jurnal mancanegara dianggap tdk diumumkan.
Krn ketdkpahaman publik maka penelitian ilmiah yg serius dan berdampak global dianggap mendukung kepentingan kapitalis.
Krn ketdkpahaman publik maka penelitian yg sejak 2008 menyelamatkan anak bangsa dianggap sbg pembiaran thd rakyat yg terancam.
Dg alasan membela konsumen lalu ada pihakl yg menggugat agar merk susu yg tercemar bakteri itu diumumkan.
Penelitian itu adalah pekerjaan yg taat azas, baik prosedur, tujuan maupun etika.
IPB sdh betul tdk mengumumkan merk susu yg digunakan dlm penelitian itu. Mengapa?
Mengumumkan merk susu yg terkontaminasi mrp kebohongan krn penelitian itu adlh berburu bakteri.
IPB sdh betul tdk mengumumkan merk susu tertentu tercemar sdg yg lain tdk tercemar krn samplingnya bukan utk tujuan itu.
Dari sisi etika penelitian, sumber informasi hrs dirahasiakan (UU 16 th 1997 tentang Statistik pasal 21) oleh IPB.
Pemaksaan utk mengumumkan sumber informasi akan memasung kreatifitas peneliti. Ini bahaya.
Bayangkan klau peneliti hrs mengumumkan nama2 responden dlm penelitian seks bebas pd siswa SMA. Siapa yg berani meneliti?
Jd IPB sdh betul tdk mengumumkan krn akan jd preseden buruk bagi perkemb penelitian dan IPTEK di Indonesia.
Sbg institusi dg prestasi penelitian yg sangat menonjol IPB tdk perlu tunduk pd tekanan siapapun demi kemajuan IPTEK.
IPB hrs terus fokus utk menjadi perguruan tinggi terkemuka yg berada pd barisan terdepan dlm pengemb IPTEK di Indonesia.


Leave a Reply

April 2011
S M T W T F S
    Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930